Mau Wisata Menyambut Tahun Baru 2021 di Bandung? Perhatikan Info dan Tips Berikut




Tahun 2020 adalah masa suram bagi semua sektor, tak terkecuali wisata. Sejak awal pandemi di bulan Maret 2020 sampai sekarang menjelang akhir 2021 belum menunjukkan gairah positif bagi dunia pariwisata. Walaupun beberapa upaya dilakukan untuk menggenjot sektor wisata, dari pelonggaran kunjungan pelancong luar kota sampai pengetatan protokol kesehatan di tempat-tempat wisata dan area publik.

Dan puncak kegiatan wisata biasanya berlangsung pada tutup akhir tahun atau tahun baru. Namun di 2020 ini, untuk di Bandung sendiri masih tidak semeriah atau sebebas tahun-tahun sebelumnya. Apalagi di bulan Desember 2020, zona-zona merah Covid-19 terjadi di beberapa daerah di Jawa Barat, tak terkecuali Bandung. Ini imbas dari dibukanya sektor wisata pada musim libur panjang bulan November 2020 lalu.

Lantas, bagaimana jika ingin berwisata ke Bandung di musim liburan akhir tahun 2020 atau menyambut tahun baru 2021? Berikut ini info dan beberapa tipsnya.

1. Bandung sebenarnya masih bisa dikunjungi, tidak lockdown
Ini yang jadi pertanyaan-pertanyaan dari para pelancong ke redaksi wisata Bandung, terutama yang bertanya via DM di akun IG @wisata_bandung. Kami memberikan jawaban bahwa tempat-tempat wisata di Bandung terutama di Kab. Bandung (Ciwidey dan sekitarnya) dan Kab. Bandung Barat (Lembang dan sekitarnya), masih tetap buka dan menerima kunjungan wistawan luar daerah. Hanya saja memang pemerintah meminta #LiburanDiRumahSaja alias tidak berkunjung dulu kalau gak urgen-urgen amat.

Untuk kawasan Kota Bandung diberlakukan PSBB dan penutupan ruas jalan di pusat kota. Memang, untuk ruang publik seperti taman dan tempat dengan potensi berkerumun massa diawasi ketat. Untuk ruas jalan, berlaku setiap malam diberlakukan penutupan. Selain itu, tempat berkerumun massa seperti sentra kuliner di Jln. Dipatiukur pun dilakukan pengawasan dan penutupan.

Sejumlah langkah strategis telah disiapkan untuk mengurangi kasus penularan dan peningkatan angka COVID-19. Diantaranya adalah mengurangi jam operasional pusat perbelanjaan, restoran, cafe hingga menjadi pukul 20.00WIB. Selain itu terjadi pengurangan kapasitas di hotel dan tempat wisata dengan total pengunjung sebesar 30 persen. 

Ya, walaupun Gubernur Jawa Barat dan Wali Kota Bandung menyarankan agar liburan akhir tahun ini, wisatawan tak ke Bandung dulu demi mencegah penularan Covid-19. Namun secara aturan, bukan berarti orang luar tidak boleh ke Bandung karena artinya itu lockdown. Sementara aturan lockdown suatu kota tidak diperbolehkan oleh pemerintah.

2. Bila berwisata ke Bandung, harap ikuti protokol kesehatan dengan ketat
Misal, Anda yang tetap ingin liburan ke Lembang atau Ciwidey dengan menginap di hotel, tetap masih bisa. Juga beberapa tempat wisata di Kab. Bandung Barat dan Kab. Bandung masih pada buka dan tidak seketat di Kota Bandung. Namun, harap diperhatikan kedisiplinan penerapan protokol kesehatan ketat. Ini wajib dipatuhi oleh pengelola wisata dan pengunjung.

Adapun untuk rapid test antigen sampai mulai Jumat (25/12/202) diberlakukan saat kunjungan ke wilayah Lembang (Kab. Bandung Barat). Begitu juga untuk wisata Ciwidey (Kab. Bandung) dan Kota Bandung sudah diberlakukan. Pemeriksaan lainnya diberlakukan di Terminal Leuwipanjang, stasiun, dan bandara. Beberapa lokasi untuk pemeriksaan rapid antigen wisatawan pun disediakan di beberapa objek wisata.

Saran kami, wisata konsep staycation lebih pas bila Anda dan keluarga keukeuh ingin tetap liburan ke Bandung saat akhir tahun ini dengan membawa kendaraan pribadi. Ini artinya, lebih baik Anda koordinasi dengan pihak hotel atau pengelola tempat wisata buat lebih jelasnya.

Tanyakan hal-hal yang urgen seputar kunjungan yang menerapkan protokol kesehatan, misalnya apakah boleh membawa anak kecil, harus bawa surat rapid test atau tidak, aturan apa saja yang diberlakukan, serta hal lainnya. Ini agar Anda dan keluarga tenang bila langsung menanyakan ke pengelolanya. Juga sebagai informasi, sampai saat ini belum ada titik-titik pemeriksaan di ruas-ruas jalan di Bandung. Ketentuan bisa fleksibel alias berubah bergantung situasi nanti.

3. Akhir tahun masuk musim hujan
Liburan akhir tahun atau menyambut tahun baru di Bandung selain dalam suasana Covid-19, juga masuk musim hujan. Dan bila dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, musim hujan di Bandung ini terhitung mundur. Tahun-tahun kemarin, bulan Oktober-November, Bandung hampir setiap hari diguyur hujan.

Saat tulisan ini dibuat pada jelang Natal 2020, hujan mulai menyergap Bandung dengan intensitas yang tinggi. Dan pada Kamis, 24 Desember 2020, hujan lebat mulai merata di Bandung. Akibatnya beberapa kawasan di Bandung terdampak banjir dari aliran air yang lumayan besar, seperti di daerah Pasteur, Setiabudi (Ledeng), Sukajadi, Pagarsih, Dayeuhkolot, Cibaduyut, dan lainnya. Ya, walaupun banjirnya tidak lama (menggenang) namun derasnya air sangat menganggu aktivitas lalu lintas dan warga.

Ini bisa jadi warning kepada para wisatawan agar selalu hati-hati saat perjalanan di Bandung, karena aliran air banjir saat hujan terbilang deras. Selain dampak hujan di daerah perkotaan, juga di wilayah-wilayah wisata pinggiran Bandung seperti Lembang dan Ciwidey juga harap diperhatikan. Selalu hati-hati dengan ancaman longsor atau pohon tumbang saat hujan deras. Adapun tipikalnya saat ini hujan biasanya terjadi menjelang sore dengan mulai terbentuknya awan hitam yang menggumpal di kawasan Bandung.

4.  Tak ada acara tahun baruan
"Jawa Barat tidak mengizinkan ada perayaan tahun baru," begitu kata Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat konferensi pers di Gedung Sate yang disiarkan di Kanal Youtube Humas Jabar, Senin 14 Desember 2020. Menurut Kang Emil, pihaknya melarang adanya acara tahun baru yang melibatkan banyak orang baik di outdoor maupun indoor. Ini juga termasuk di Bandung sendiri. Ya, walaupun bila dilihat di media sosial banyak hotel-hotel yang menawarkan paket tahun baru, dari promo menginap dan fasilitas lainnya. Namun untuk perayaan tahun baruan kayaknya hotel-hotel gak akan nyelenggarain.

5. Operasi Lilin Lodaya 2020
Pihak Polda Jabar akan menggelar Operasi lilin lodaya 2020 yang akan  berlangsung selama 15 hari, mulai 22 Desember 2020 hingga 4 Januari 2021. Operasi lalu lintas ini merupakan pengamanan libur panjang Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 (Nataru). Adapun operasi akan difokuskan kepada operasi kemanusiaan dalam menjaga keamanan dan ketertiban lalu lintas, khususnya dalam penerapan kepatuhan protokol kesehatan.