Review

Bandung Pun Kini Punya Taman Jomblo





Dari zaman kolonial, Bandung dikenal sebagai kota yang memiliki banyak taman. Hampir setiap tempat memiliki taman, semisal  Tjilakiplein alias Taman Cilaki atau juga Taman Lansia. Ada juga bisa mengunjungi taman-taman lainnya yang ada sampai sekarang, misalnya Taman Maluku, Taman Ganesha, atau di daerah dekat Kosambi (Jln. Gandapura) ada Taman Anggrek (di Jalan Anggrek). Kini, jumlah taman di Bandung mulai dibenahi kembali sesuai dengan kondisi Bandung zaman sekarang. Salah satunya kawasan yang ada di bawah Jembatan Layang Pasupati.

Di bawah jembatan layang itu kini sudah diresmikan Taman Pasupati atau lebih dikenal dengan Taman Jomblo. Taman yang berada di kawasan Taman Sari Kota Bandung ini diresmikan oleh Wali Kota Bandung pada, Sabtu 4 Januari 2014. Nama Taman Jomblo yang memiliki luas sekitar 30 X 25 meter itu diberikan untuk mengapresiasi kawula muda Kota Bandung yang belum memiliki kekasih alias jomblo.

Info taman lainnya:
- Taman Alun-Alun Bandung
- Taman Superhero Bandung
- Pet Park Bandung 

Di taman ini pula ada keunikan tempat duduknya, dimana terdapat sekitar 60 kubus betok berbeda-beda ukuran. Menurut sang Wali Kota , kubus-kubus tersebut juga salah satu faktor dalam memberikan nama jomblo untuk taman tersebut. Kubus-kubus tersebut, sebisa mungkin hanya boleh diduduki untuk satu orang saja. Selain itu, tempat duduk bisa buat untuk memajang hasil kreativitas.
Adapun dipilihnya lokasi di bawah jalan layang agar pengunjung taman tidak kehujanan. Lalu, untuk mendukung aktivitas para remaja, di dekat taman ini pula sedang dibangun arena berseluncur. Arena seluncur alias skatepark ini kategorinya berlevel internasional. Letaknya sendiri tepat persis di samping Taman Jomblo di bawah flyover Pasupati. Skatepark tersebut akan terbagi dalam tiga  tingkat. Tingkat pertama yang berada paling atas merupakan skatepark biasa, sementara tingkat kedua dan ketiga adalah skatepark berskala Internasional. Skatepark dibagi dalam dua tahap. Untuk skatepark berskala internasionalnya, tahun 2014 ini selesai dan skala basic-nya baru saja diresmikan.

Sementara anggaran dana Taman Pasupati pembiayaannya berasal  dari APBD dan taman yang lainnya berasal dari sponsor.  Adapun untuk perawatan dan pemeliharaan skatepark dengan luas sekitar 100 meter persegi tersebut rencanaya dikelola oleh komunitas Skateboarders Kota Bandung.